Saturday, June 13, 2015

study penerapan HACCP pada ikan kaleng



BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Ikan adalah anggota vertebrata poikilotermik (berdarah dingin) yang hidup di air dan bernafas dengan insang. Ikan merupakan hewan vertebrata yang beraneka ragam dengan jumlah spesies lebih dari 27,000 di seluruh dunia. Ikan memiliki berbagai ukuran dari ikan yang kecil sampai ikan yang besar.
Ikan bisa diolah menjadi produk makaan kaleng. Salah satu produk olahan ikan kaleng adalah ikan serden. Ikan sarden merupakan ikan laut yang terdiri dari beberapa spesies dari famili Clupeidae. Ikan ini mampu bertahan hingga kedalaman lebih dari 1000 meter. Ikan ini cocok digunakan sebagai makanan yang dihidangkan dengan saus cabe atau saus tomat. Ikan sarden  sangat digemari masyarakat karena ikan sarden rasanya yang enak dan mudah didapatkan oleh masyarakat.
Produk ikan sarden terdiri dari sarden PALAPA, sarden MILI, sarden JITU, dan sarden SUMO, dan lain-lain. Ikan sarden merupakan

 

1.2  Tujuan
1.      Mengetahui penerapan HACCP dalam proses pengolahan ikan sarden
2.      Mengetahu pengolahan yang baik dalam pengolahan ikan sarden
3.      Mengetahui kandungan gizi dalam ikan sarden



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Penerapan HACCP
HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) adalah suatu sistem kontrol dalam upaya pencegahan terjadinya masalah yang didasarkan atas identifikasi titik kritis di dalam tahap penanganan dan proses produksi.
Tujuan dari penerapan HACCP dalam suatu industri pangan adalah untuk mencegah terjadinya bahaya sehingga dapat dipakai sebagai jaminan mutu pangan guna mmenuhi tuntutan konsumen. HACCP bersifat sebagai sistem pengendalian mutu sejak bahan baku dipersiapkan sampai produk akhir diproduksi masal dan didistribusikan. Oleh karena itu diterapkannya sistem HACCP akan mencegah resiko komplain karena adanya bahaya pada produk pangan.

2.2 Ikan Sarden
Ikan sarden adalah ikan kecil, dan tergolong kedalam kelompok ikan berminyak, termuk kedalam keluarga ikan yang disebut Clupeidae. Sarden umumnya dikenal sebai ikan kaleng, dan banyak dipasarkan sebagai ikan sarden kaleng.
Kandungan gizi ikan sarden adalah mengandung energi, protein, lipid atau lemak, kalsium, magnesium, fosfor, kalium, natrium dan seng. Vitamin dalam sarden meliputi thiamin, fiboflavin, niasin, vitamin B6, folat, vitamin B12, A, D, E dan vitamin K. Asam lemak yang ditemukan dalam ikan sarden termasuk lemak total yang jenuh, lemak tek jenuh tunggal, lemak tekjenuh gandadan kolestrol.
Ikan sarden dikenal memiliki kandungan Omega 3 lebih banyak dari jenis ikan laut lainnya. Omega 3 dapat meningkatkan kecerdasan, mencegah penyakit, mencegah penyumbatan pembuluh darah yang daat mengakibatkan penyakit jantung. Untuk janin dalam kandungan, omega 3 sangat berperan dalam pembentukan sel-sel pembuluh darah dan jantung bayi. Selain Omega 3, ikan sarden juga memiliki kandungan-kandungan lain yang sangat bermanfaat bagi tubuh, diantaranya:
·        Protein baik untuk Pertumbuhan dan perkembangan sel-sel dalam tubuh
·         Yodium berfungsi mencegah penyakit GONDOK (kalenjar Thyroid).
·         Calcium: sangat baik untuk kesehatan tulang dan gigi
·         zat besi mampu membantu mencegah penyakit anemia
·         vitamin (A, C, D, E, K) sangat baik untuk kesehatan tubuh.

2.3    Manfaat Ikan Sarden Bagi Kesehatan
Zat gizi makro dan mikro-nutrisi dalam ikan sarden yang tampa mengandung lemak yang tinggi membuat ikan sarden sangat berguna bagi kesehatan. Berikut manfaat ikan sarden bagi kesehatan:
1.      Pencegah Penyakit Jantung
Sarden kaya omega-3 yang membantu mencegah timbulnya penyakit jantung. Omega-3 yang ditemukan dalam ikan sarden berperan utama untuk mengendalikan penyakit jantung
2.      Mencegah Pembekuan  Darah
3.      Mengurangi Resiko Degenerasi Makula Yang Terkait Usia
4.      Sifat Anti-Kanker
5.      Memperkuat Tulang
6.      Sistem Kekebalan Tubuh Yang Sehat
7.      Kulit Yang Sehat

2.4 Pengetahuan Produk
pengetahuan produk mencakupi:
1.      Kesadaran akan katagori dan merek produk di dalam katagori produk.
2.      Terminologi produk
3.      Atribut atau ciri produk
4.       Kepercayaan tentang katagori produk secara umum dan mengenai merek spesifik.
Informsi pengetahuan produk dapat diperoleh melalui analisis kesadaran konsumen dan citra dari merek.
a.       Analisis Kesadaran
Hal yang lazim untuk menilai kesadaran merek adalah ukuran kesadaran “puncak pikiran.” Merek yang akrab dengan konsumen merupakan perangkat kesadaran (awareness net). Jelaslah, sulit untuk menjual produk yang “tidak dikenal.” Sebagai akibatnya, sasaran pemasaran yang penting adalah memindahkan merek ke dalam perangkat kesadaran. Peningkatan kesadaran adalah sasaran utama dari iklan yang muncul.

b.      Citra Merek
Pemasar juga berkepentingan dengan kepercayaan yang dianut oleh konsumen dan menentukan suatu citra merek. Pemeriksaan pengetahuan konsumen mengenai sifat objek dikenal sebagai analisis citra (image analysis).





BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Deskrifsi Produk
Tabel 1. Deskripsi Prodak
Kreteria
Keterangan
Nama Prodak
Ikan  Sarden
Nama Mark Dagang
PALAPA
Komposisi






Cara Pengemasan
Pengalengan
Konsumen
Semua Lapisan Masyarakat Kecuali Balita





3.2 Diagram Air
            3.2.1 Diagram Proses Pengolahan danPengalengan Ikan Sardeh
Bahan baku
 
                                                                                                       

Pendinginan dan Pengepakan

Pemasakan Awal (Pree Cooking)
Pengisian (Filling)
 Pengguntingan (Cutting)
Penutupan Wadah Kaleng (Seaming)
Penghampaan (Exhausting)
Sterilisasi (Processing)
 





















                                                                                               

3.3  Analisis Bahaya
Tabel 2. Analisis Bahaya Bahan Baku Pada Proses Pengolahan Ikan Sarden
No
Bahan baku
bahaya
Bahaya terhadap
Penyebab bahaya
Penting tidaknya
Tindakan pengendalian
keselamatan
Mutu
Peluang
(T/S/R)
Keparahan
(T/S/R)
Penting/ Tidak
(T//S/R)
1.
Ikan
Mikroba

Bakteri yang  menempel pada ikan



Penanganan harus berhati-hati dan dilakukan proses pencucian dan sortasi
2.
Thawing
Fisik

Air yang di tambahkan pada saat perendaman



Perendaman dilakukan tidak terlalu lama
3.
Pemotongan
Mikrobadan kimia

Bakteri dan dekomposisi senyawa kimia



Alat pemotong, karyawan, dan lingkungan harus bersih dan higienis
4.
Pencucian
Fisik dan mikroba

Tertumpuknya material, pertumbuhan bakteri  dari darah dan isi perut ikan



Pencucian dilakukan menggunakan air bersih dan mengalir
Ket : T = Tinggi
S = Sedang
R = Rendah
Tabel 3. Analisis Bahaya Pada Pengolahan Ikan Sarden
No
Kegiatan Pengolahan Ikan Sarden
Bahaya
Bahaya terhadap
Penyebab bahaya
Penting tidaknya
Tindakan pengndalian
keselamatan
Mutu
Peluang
(T/S/R)
Keparahan
(T/S/R)
Penting/ Tidak
(T//S/R)
1.
Pengisian ikan
Mikroba dan kimia


Kontaminasi silang dari pemotongan dan meja pengisian. Kontaminasi logam dari kaleng



Kaleng disiram terlebih dahulu sebelum pengisian ikan, meja pengisian,karyawan, dan lingkungan harus bersih.
2.
Exhausting
Fisik


Penghilangan udara



Exhausting dilakukan harus sesuai dengan prosedur.
3.
Penirisan
Fisik


Cairan pada ikan



Penirisan dilakukan sampai tidak ada lagi cairan sehingga medium terisi sempurna
4.
Pengisian saus
Mikroba dan kimia


Kontaminasi bakteri dari pekerja dan lingkungan, kontaminasi dari bahan kimia pembuat saus



Higienis dan sanitasi pada lingkungan dan karyawan , menggunakan saus yang tidak mengandung bahan kimia
5.
Penutupan kaleng
Mikroba


Bakteri yang dapat masuk dalam kaleng karna mesin yang macet



Lakukan penutupan ulang bila terjadi mesin macet
6.
Pencucian kaleng
kimia


Kontaminasi kimia dari bahan pencuci kaleng



Pencucian kaleng dilakukan dengan bersih agar tidak menyisakan bahan kimia
7.
Sterilisasi
Mikroba


Suhu , tekanan , dan waktu



Suhu, tekanan, dan waktu harus sesuai dengan standar dan lakukan pengawasan.
8.
Pendinginan
Fisik


Suhu pendinginan




9.
Printing
Fisik


Kerusakan alat printing



Memperbaiki alat printing yang rusak, melakukan pengawasan hasil print
10
Pengepakan
Fisik


Kaleng yang penyok



Lakukan pemisahan antara kaleng yang bagus dangan kaleng yang penyok

Ket : T = Tinggi
S = Sedang
R = Rendah

4.4    CCP (Critical Control Points)
Tabel 4. CCP (Critical Control Points) Pada Proses Pengolahan Ikan Sarden
No
Tahap
No. CCP
Jenis bahaya
Batas kritis
Monitoring
Tindakan koreksi
Metode
frekuensi
1.
Bahan baku
1
Kimia
Bahan baku tidak busuk,bau tengik, bebas dari mikroba dankimia berbahaya
observasi
Setiap proses
Sortasi ikan berdasarkan mutu ikan
2.
Exhausting
2
Fisik
Suhu yang digunakan 100-110°c selama 30 menit
Cek Suhu dan waktu , cek mutu ikan, dan body kaleng
Setiap satu jam
Pengaturan kran steam, sortasi ikan busuk setelah exhausting, isi pan , isi kaleng
3.
Pengisian saus
3
Fisik
Head space max 10%  tinggi kaleng
Cek head space dan cek suhu saus
Setiap satu jam
Penambahan atau pengurangan saus, pemasukan kembali saus
4.
Penutupan kaleng
4
Kimia
Double seam harus standar dan tidak ada karat atau benda asing
Cek kaleng
Setiap satu jam
Operasi penutupan dihentikan,  seamer diperbaiki, operasi ulang
5.
Sterilisasi
5

Suhu sterilisasi herring 116°C , scomber 115°C salema 90 menit dengan tekanan 0,7 kg/cm2
Cek suhu waktu dan tekanan, cek kode ikan
Setiap 15 menit
Pengaturan suhu waktu dan tekanan sesuai standar, penelusuran no.batch, penulisan kode ikan.



3.4   Dokumentasi Dan verifikasi
Penetapan dokumentasi dan pencatatan adalah menetapkan sistem pencatatan data yang efektif sebagai bukti tertulis bahwa suatu aktifitas telah  dilakukan , sebagai contoh adalah rancangan HACCP dan dokumen penduduk, catatan monitoring dan catatan tindakan perbaikan. Pencatatan dilakukan oleh bagian quality controlyang ditugaskan pada tiap tahapan proses.terutama pada proses CCP, meliputi catatan penerimaan bahan baku, catatan proses produksi ,dll.
Implementasi dari prosedur, pengujian dan bentuk evaluasi lain, sebagai tambahan untuk pemantauan kesesuaian dengan rancangan HACCP. Verifikasi adalah penerapan dari suatu metode, prosedur, pengujian dan audit sebagai tambahan kegiatan pemantauan untuk mengvalidasi dan menentukan kesesuaian dengan “Rancangan HACCP” atau perlu dimodifikasi. Untuk menjamin dan memastikan bahwa program HACCP berjalan di dalam jalur yang tepat dan dilakukan dengan baik, dapat dilakukan secara internal dan eksternal. Secara internal oleh pihak manajemen perusahaan sendiri (plant manajer yang ditunjang oleh uji laboratorium sebagai pendukung), secara eksternal oleh pihak pemerintah yang dilakukan secara wajib dan rutin.
Verifikasi internal dilakukan oleh manager quality control setiap hari untuk memastikan bahwa proses sesuai dengan HACCP plan. Sedangkan verifikasi eksternal dikenal juga dengan audit verifikation biasanya dilakukan oleh petugas pemerintah terhadap keefisienan perusahaan dalam melaksanakan rancangan HACCP yang telah diaudit.
1.      Penerimaan bahan baku dan penyimpanan
a.       Catatan mutu organoleptik
b.      Catatan suhu cold strange
c.       Thawing
d.      Catatan jumlah ikan yang dithawing
e.       Catatan suhu air, suhu ikan, dan waktu
2.      Exhausting
Catatn suhu dan waktu exhausting
3.      Pengisian sausins
Inspeksi medium saus
4.      Penutupan kaleng
Inspeksi double seam secara visual
5.      Sterilisasi
a.       Catatan operasi retort
b.      Recording chart
c.       Penulisan kode ikan







BAB IV
PENUTUP
.1   Kesimpulan
Dari hasil pembahasan di atas dapat di tarik suatu kesimpulan sebagai berikut: Penyebab bahaya dari setiap tahapan adalah adanya bahaya dalam kerusakan fisik, baik itu dari bahan baku maupun dari kaleng. bahan baku yang terkontaminasi oleh alat, air, dan pekerja yang kurang bersih dan steril.   Bahaya kimia dan biologis dengan terkontaminasi/tercemar oleh bakteri dan mikroba karena alat, suhu, waktu, dan proses yang kurang baik sehingga memicu pertumbuhan bakteri ini.  Bahaya kesalahan penimbangan, penulisan kode, tanggal/bulan/tahun produksi, dan lain-lain. Bahaya penyimpanan produk yang terkontaminasi panas, dingin, debu, kotoran, dan benda-benda lain yang mengakibatkan kerusakan pada produk.

5.2   Saran
Ada beberapa hal yang menjadi saran dalam setiap proses pengolahanadalah bahaya dari setiap proses terutama penggunaan suhu sesuai dengan mata rantai, hal ini dapat menimbulkan pertumbuhan bakteri-bakteri pathogen. Selain itu konsep Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) perlu diterapkan.


1 comment:

  1. Slots & Live Dealer Casino Games - JePHub
    Jumbo Slots ✓ Play the 오산 출장안마 best Vegas 나주 출장샵 Casino games for free online ⭐ 삼척 출장안마 Free Slot Machine Games ✓ Huge Jackpots ✓ Get the 안성 출장샵 best Welcome Bonus 삼척 출장마사지 ✓ Full

    ReplyDelete